Angka itu turun dari 16 persen dalam survei enam bulan sebelumnya dan merosot jauh dibandingkan November 2024 yang masih berada di level 22 persen.
Mayoritas responden kini tidak lagi melihat Amerika Serikat sebagai sekutu dekat, melainkan sekadar mitra yang diperlukan.
Baca Juga:
Eropa Dipanggang Panas Ekstrem, Pakar Ungkap Biang Kerok yang Bikin Korban Berjatuhan
Bahkan, 13 persen warga Eropa menyebut Amerika Serikat sebagai rival, sementara 12 persen lainnya menganggap negara itu sebagai musuh langsung.
Temuan yang lebih tajam terlihat pada hilangnya keyakinan publik Eropa terhadap komitmen pertahanan Washington.
Mayoritas responden di seluruh negara yang disurvei menyatakan tidak lagi percaya Amerika Serikat akan datang membantu jika negara mereka menghadapi serangan militer.
Baca Juga:
Prancis Dihantam Gelombang Panas Maut, Rumah Duka Penuh dan Korban Jiwa Terus Bertambah
Sebaliknya, warga Eropa justru lebih menaruh harapan kepada negara-negara tetangga di kawasan sendiri jika krisis keamanan terjadi.
Kecuali di Bulgaria, mayoritas responden di berbagai negara menyatakan percaya bahwa setidaknya beberapa negara Eropa akan memberikan bantuan jika negara mereka diserang.
Pandangan itu juga muncul di Prancis, Italia, Belanda, dan Swedia, meski negara-negara tersebut memiliki kekuatan politik sayap kanan yang cukup besar.