Menurut laporan ECFR, sejumlah kebijakan Donald Trump menjadi faktor penting yang mendorong perubahan persepsi tersebut.
Faktor itu antara lain sikap agresif Amerika Serikat di Timur Tengah, ancaman terhadap Greenland, pernyataan soal kemungkinan penarikan pasukan AS dari pangkalan-pangkalan militer di Eropa, hingga keraguan Trump terhadap masa depan NATO.
Baca Juga:
Tak Ikut Pulang ke Liga 1, Tujuh Pemain Timnas Indonesia Ini Bertahan di Eropa
Meski demikian, banyak warga Eropa masih meyakini hubungan transatlantik dapat membaik setelah Trump tidak lagi menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.
Di hampir seluruh negara yang disurvei, pandangan dominan menyebut hubungan Amerika Serikat dan Eropa kemungkinan akan menjadi lebih baik setelah Trump meninggalkan Gedung Putih.
Pandangan itu dianut oleh lebih dari 60 persen responden di Prancis, Spanyol, Denmark, Belanda, dan Swedia.
Baca Juga:
Trump Cabut Ancaman Tarif ke Eropa, Tegaskan Tak Gunakan Militer untuk Greenland
Di sisi lain, survei juga memperlihatkan meningkatnya dukungan publik terhadap upaya memperkuat pertahanan Eropa secara mandiri.
Jana Kobzová, salah satu penulis laporan sekaligus peneliti senior ECFR, mengatakan warga Eropa kini semakin siap mengurangi ketergantungan terhadap Washington.
"Di seluruh benua, ada dukungan yang jelas untuk mengurangi ketergantungan pada Washington," kata Kobzová.