Penolakan serupa juga terlihat di Austria sebesar 59 persen, Jerman 56 persen, Spanyol 54 persen, dan Denmark 52 persen.
Meski kepercayaan terhadap Amerika Serikat menurun tajam, warga Eropa belum siap meninggalkan NATO.
Baca Juga:
Tak Ikut Pulang ke Liga 1, Tujuh Pemain Timnas Indonesia Ini Bertahan di Eropa
Hanya 29 persen responden yang mendukung pembentukan organisasi pertahanan baru berbasis Uni Eropa untuk menggantikan NATO.
Artinya, mayoritas warga Eropa masih melihat NATO sebagai fondasi utama keamanan kawasan, meski mereka mulai meragukan reliabilitas Washington sebagai pemimpin aliansi.
Survei tersebut juga menunjukkan masyarakat Eropa tetap berhati-hati terhadap Rusia.
Baca Juga:
Trump Cabut Ancaman Tarif ke Eropa, Tegaskan Tak Gunakan Militer untuk Greenland
Meski harga energi meningkat, sebanyak 44 persen responden menyatakan melanjutkan impor minyak dan gas Rusia merupakan ide yang cukup buruk atau sangat buruk.
Namun, opini publik Eropa masih terbelah terkait masa depan Ukraina di Uni Eropa.
Di sejumlah negara seperti Hungaria, Bulgaria, Austria, Jerman, dan Estonia, jumlah responden yang menolak keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dalam kondisi saat ini lebih besar dibandingkan mereka yang mendukungnya.