Menurut Kobzová, perubahan itu terlihat bukan hanya pada sikap politik, tetapi juga pada kesiapan publik menerima peningkatan belanja pertahanan.
"Warga Eropa semakin terbuka terhadap peningkatan belanja pertahanan dan, yang terpenting, menunjukkan tingkat kepercayaan yang mencolok bahwa negara-negara tetangga akan datang membantu mereka dalam sebuah krisis," kata Kobzová.
Baca Juga:
Tak Ikut Pulang ke Liga 1, Tujuh Pemain Timnas Indonesia Ini Bertahan di Eropa
Rekan penulis laporan, Paweł Zerka, menilai perubahan sikap publik tersebut membuka momentum baru bagi pemimpin Eropa.
Menurut Zerka, tuntutan warga agar Eropa lebih mandiri dalam urusan keamanan telah menciptakan dorongan politik yang tidak bisa diabaikan.
Ia menyebut dorongan itu telah "menciptakan jendela peluang bagi para pemimpin Eropa untuk bergerak lebih jauh dan lebih cepat" dalam bidang keamanan.
Baca Juga:
Trump Cabut Ancaman Tarif ke Eropa, Tegaskan Tak Gunakan Militer untuk Greenland
Survei menunjukkan warga Eropa kini rata-rata 4 persen lebih mendukung peningkatan anggaran pertahanan nasional dibandingkan tahun lalu.
Italia menjadi satu-satunya negara dalam survei tersebut yang mayoritas respondennya masih menolak peningkatan belanja militer.
Selain itu, sebanyak 47 persen responden mendukung skema utang bersama Uni Eropa untuk membiayai peningkatan pertahanan kawasan.