Trump kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap aliansi pertahanan itu yang dinilai gagal memenuhi harapan Washington.
Selain itu, ia mempertanyakan nilai strategis keanggotaan Amerika Serikat di NATO.
Baca Juga:
Ancaman Trump Keluar NATO Dibalas Tegas Inggris: NATO Tak Tergantikan bagi Amerika
"Anda tahu, kita menghabiskan triliunan dolar untuk NATO untuk membantu mereka benar-benar melindungi diri dari Rusia, jika Anda memikirkannya, kita melindungi diri dari Rusia. Dan saya sudah lama berpikir itu agak konyol, tetapi kita menghabiskan triliunan dolar untuk melakukannya. Dan saya pikir itu akan berada di bawah pengawasan yang sangat serius," katanya.
Dalam wawancara terpisah, Trump bahkan menyatakan tengah “sangat mempertimbangkan” untuk menarik AS dari aliansi tersebut.
Ia menyebut NATO sebagai organisasi yang lemah dan tidak efektif.
Baca Juga:
Jelang Negosiasi dengan AS, Iran Pertegas Sikap soal Selat Hormuz dan Kompensasi Konflik
"Oh ya, saya akan mengatakan (itu) sudah tidak perlu dipertimbangkan lagi. Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas, dan Putin juga tahu itu," katanya.
Pernyataan tersebut disebut sebagai salah satu ancaman paling langsung terhadap keberlangsungan pakta pertahanan transatlantik yang telah berdiri selama puluhan tahun.
Di sisi lain, mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Joe Kent turut memberikan pandangannya terkait wacana keluarnya AS dari NATO.