Ia menilai langkah tersebut bukan untuk menghindari keterlibatan asing, melainkan berpotensi mengubah posisi AS dalam konflik di Timur Tengah.
"Sayangnya, meninggalkan NATO bukan untuk menghindari keterlibatan asing, kita akan meninggalkan NATO agar kita dapat berpihak pada Israel ketika Turki dan Israel akhirnya berkonflik di Suriah," tulis Kent.
Baca Juga:
Ancaman Trump Keluar NATO Dibalas Tegas Inggris: NATO Tak Tergantikan bagi Amerika
Ia juga menyoroti kebijakan luar negeri AS yang dinilai inkonsisten dalam konflik di kawasan tersebut.
"Ini setelah kita membantu menggulingkan pemerintahan sekuler Suriah dan menempatkan mantan pemimpin Al-Qaeda/ISIS sebagai presiden. Sudah saatnya berhenti berperan sebagai pembakar dan pemadam kebakaran di Timur Tengah, itu tidak sepadan," ujarnya.
Pernyataan terbaru Trump dinilai semakin menambah tekanan terhadap NATO, terutama setelah ia mengaitkan dukungan Amerika terhadap aliansi tersebut dengan sikapnya dalam konflik Iran.
Baca Juga:
Jelang Negosiasi dengan AS, Iran Pertegas Sikap soal Selat Hormuz dan Kompensasi Konflik
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.