WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya pengendalian konsumsi gula di Indonesia kembali menjadi sorotan.
Produsen minuman kemasan didorong untuk menurunkan kadar gula dalam produk yang mereka hasilkan sebagai langkah preventif terhadap meningkatnya kasus penyakit tidak menular, khususnya diabetes pada anak.
Baca Juga:
YLKI Dorong Label Peringatan pada Minuman Tinggi Gula demi Lindungi Konsumen
Hal ini disampaikan Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, saat melakukan kunjungan ke PT Tirta Alam Segar di Bekasi.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peran industri dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui inovasi produk yang lebih sehat.
Menurutnya, pengurangan kadar gula dalam minuman kemasan dapat menjadi salah satu strategi untuk menekan lonjakan kasus diabetes pada anak.
Baca Juga:
Konsisten Jadi Barometer Produksi Gula Nasional, Jatim Produksi Gula Kristal Putih 1 Juta Ton Per Tahun
Ia mengungkapkan bahwa tren peningkatan prevalensi diabetes pada anak di Indonesia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, bahkan disebut meningkat hingga 70 kali lipat dalam rentang waktu 2010 hingga 2023.
Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa hubungan antara konsumsi minuman kemasan dan meningkatnya kasus diabetes tidak bisa disimpulkan secara langsung.
Namun, langkah preventif tetap perlu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian.