WahanaNews.co, Solo – Arnod Sihite resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, dan Media Informasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP PPMI SPSI) periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII yang digelar di Solo, Jawa Tengah, (1-2/8/2026).
Pemilihan berlangsung secara musyawarah mufakat dengan seluruh peserta Munas VIII dari seluruh Indonesia yang secara bulat memberikan dukungan kepada Arnod Sihite untuk kembali memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.
Baca Juga:
Dihadiri Menteri Ketenagakerjaan dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, FSP PPMI SPSI Siap Gelar Munas VIII di Solo Besok
Keputusan tersebut menjadi bentuk kepercayaan penuh terhadap kepemimpinannya dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan peran serikat pekerja di tengah dinamika ketenagakerjaan nasional.
Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai Ketua Umum terpilih, Arnod Sihite menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Munas yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin kembali FSP PPMI SPSI periode 2026–2031. Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang akan saya jalankan bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota. Mari kita terus memperkuat persatuan, menjaga soliditas organisasi, serta memperjuangkan kepentingan pekerja secara profesional, bermartabat, dan berkelanjutan," ujar Arnod Sihite.
Baca Juga:
KSPSI Kritik Pajak 5 Persen Dana JHT: Jangan Rampas Hak Buruh yang Sudah Menabung Puluhan Tahun
Ket foto: Foto bersama stakeholder ketenagakerjaan dengan peserta Munas VIII FSP PPMI SPSI yang digelar di Solo, Jawa Tengah, (1-2/8/2026). [WahanaNews.co/Ist]
Selain menetapkan kepemimpinan baru, Munas VIII juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan diperjuangkan FSP PPMI SPSI kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Di bidang ketenagakerjaan, Munas mendukung Program Magang Nasional dan mengusulkan agar kuota peserta ditingkatkan dari 150 ribu menjadi 1 juta orang. Usulan tersebut dinilai penting untuk menyerap lulusan baru SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang memasuki dunia kerja pada tahun 2026.