Di sisi lain, realisasi defisit APBN tetap berada dalam batas aman, yakni sebesar 2,81 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menanggapi efektivitas pelaksanaan APBN, Muhidin menilai sebagian besar target pemerintah telah tercapai sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.
Baca Juga:
Rektor UPI Disumpah Pakai Bahasa Inggris, Wakil Ketua DPR RI Langsung Walk Out
Karena itu, ia berharap berbagai upaya perbaikan dalam sistem administrasi perpajakan terus dilanjutkan, termasuk melalui implementasi Coretax agar pelayanan kepada wajib pajak semakin optimal dan penerimaan negara dapat meningkat.
Selain meningkatkan kepatuhan pajak, menurutnya sistem tersebut juga diharapkan mampu mendukung penyaluran subsidi pemerintah agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima.
"Ke depan kita meminta supaya pajak itu lebih ditingkatkan cara pengisiannya, karena sekarang kan pakai Cortax ya, dengan Cortax ini betul-betul bisa terlayani wajib pajak dengan baik. Sehingga apa yang mereka harapkan dan penggunaannya nanti betul-betul bisa tepat sasaran sesuai dengan keinginan pemerintah, yaitu tepat sasaran kepada orang-orang yang memang punya hak untuk menerima subsidi-subsidi itu," tandasnya.
Baca Juga:
Cegah Jemaah Terlantar, DPR Soroti Bahaya Haji Nonprosedural
Sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional, Muhidin juga menyampaikan bahwa DPR bersama pemerintah telah menyepakati untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2026.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, serta mendukung stabilitas ekonomi di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh tantangan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.