Pada awal kejadian, ketinggian muka air (TMA) tercatat mencapai sekitar 50 cm, dengan variasi genangan di sejumlah desa.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada akses jalan, jembatan, serta lahan pertanian yang berada di sekitar daerah aliran sungai.
Baca Juga:
Banjir Terjang Tiga Kabupaten di NTB, Satu Warga Lombok Timur Meninggal Dunia
Berdasarkan data sementara yang masih dalam proses pendataan, banjir ini berdampak pada sekitar 4.668 kepala keluarga atau 14.143 jiwa.
Tercatat pula sekitar 4.668 unit rumah terdampak, 65 akses jalan tergenang, beberapa jembatan mengalami gangguan, serta kurang lebih 120,8 hektare areal persawahan terdampak.
Tidak terdapat laporan korban jiwa, namun kerugian materiil cukup signifikan akibat terhambatnya aktivitas masyarakat dan kerusakan infrastruktur.
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di Sukoharjo dan Wonogiri, Satu Warga Meninggal
Dalam penanganan bencana, BPBD Kabupaten Kudus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta instansi terkait lainnya, termasuk pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Upaya yang dilakukan meliputi pendataan dan evakuasi warga terdampak, pendistribusian bantuan logistik, serta penyaluran logistik untuk kegiatan kerja bakti pembersihan material banjir dan longsor.
Selain itu, BPBD Kabupaten Kudus juga melakukan monitoring secara intensif di berbagai lokasi terdampak dan pintu-pintu air untuk mengendalikan risiko lanjutan.