Ketinggian muka air (TMA) di luar rumah warga Desa Cisauk tercatat sekitar 10–30 cm, sedangkan di Desa Rancasanggal berkisar antara 10–20 cm.
Petugas terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi genangan susulan apabila terjadi hujan kembali.
Baca Juga:
Lebih 3.400 Huntara Disiapkan untuk Pemulihan Banjir Aceh Timur
Terakhir, di wilayah Provinsi Jambi, banjir terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada Sabtu, (10/1/2026), sekitar pukul 18.30 WIB.
Kejadian ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, sehingga menyebabkan peningkatan volume air di lingkungan permukiman warga.
Kondisi ini diperparah oleh saluran parit yang tersumbat, sehingga aliran air tidak berjalan optimal dan mengakibatkan genangan air meluas ke area pemukiman.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Dampak Gempa Talaud, Belasan Rumah dan Faskes Terdampak
Air yang tidak tertampung oleh sistem drainase menyebabkan sejumlah wilayah permukiman warga tergenang, mengganggu aktivitas masyarakat pada sore hingga malam hari.
Genangan air terutama terjadi di kawasan yang memiliki sistem drainase terbatas dan berada pada dataran rendah.
Hingga saat ini, proses pendataan dampak banjir masih terus dilakukan oleh pihak terkait untuk mengetahui jumlah warga dan rumah yang terdampak serta tingkat kerugian yang ditimbulkan.