WAHANANEWS.CO, Jakarta – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026, Forum Penyelamatan Nahdlatul Ulama (FPNU) menyampaikan tiga nama yang dinilai layak menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.
Ketua FPNU Abdul Hamid Rahayaan menyebut tiga figur tersebut adalah Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, Dr. KH. Marsudi Syuhud, dan Prof Dr KH Maskhri Abdila.
Baca Juga:
Hormati Khamenei yang Tewas Diserang AS, Menlu Sugiono dan Ketua MPR Terbang ke Iran
Menurut Abdul Hamid, ketiga tokoh tersebut memiliki rekam jejak yang dinilai relevan dengan kebutuhan NU ke depan, baik dari sisi pengalaman organisasi, kapasitas intelektual, kemampuan manajerial maupun jaringan nasional dan internasional.
“Ketiga sosok ini memiliki latar belakang, pengalaman organisasi, kemampuan manajerial, serta jaringan nasional dan internasional yang dinilai sesuai dengan kebutuhan NU saat ini,” kata Abdul Hamid kepada WAHANANEWS.CO, Jumat (21/8/2026).
Ia menilai KH Nazaruddin Umar memiliki kombinasi kapasitas sebagai ulama, intelektual, dan birokrat. Pengalaman panjang di pemerintahan serta jaringan yang dimilikinya di dalam maupun luar negeri, kata Abdul Hamid, menjadi salah satu pertimbangan.
Baca Juga:
Menteri Haji Tegaskan Prabowo Tak Campuri Pemilihan Kepemimpinan Muktamar NU
“Prof. Nazaruddin Umar memiliki kapasitas sebagai ulama dan intelektual, serta pengalaman birokrasi yang panjang. Kyai Nazaruddin Umar juga mempunyai jaringan relasi dalam dan luar negeri yang luas serta pernah menjadi Katib Aam PBNU,” ujarnya.
Marsudi Syuhud Dinilai Punya Pengalaman Organisasi
Nama kedua yang diusulkan adalah KH Marsudi Syuhud. Abdul Hamid menyebut Marsudi memiliki latar belakang santri dengan jaringan nasional dan internasional serta kemampuan berkomunikasi menggunakan sejumlah bahasa asing.