WahanaNews.co, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memberikan tanggapan atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas Jumat (1/5/2026).
Wakil Ketua Umum KSPSI Arnod Sihite menilai sejumlah poin yang disampaikan pemerintah merupakan langkah positif, namun perlu diikuti dengan implementasi konkret agar benar-benar dirasakan oleh pekerja.
Baca Juga:
KSPSI Pilih Mayday Sederhana, Tekankan Sikap: Desak Kepastian Hukum dan Tunda Kenaikan BPJS
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik komitmen pemerintah, khususnya terkait penurunan potongan aplikator ojek online.
“Apa yang disampaikan Presiden terkait penurunan potongan aplikator ojol kita sambut dengan baik. Ini menjadi angin segar bagi para pekerja sektor informal yang selama ini mengeluhkan besaran potongan,” ujar Arnod.
Terkait program pembangunan satu juta rumah untuk buruh, KSPSI menyampaikan apresiasi namun mengingatkan sejumlah catatan penting. Arnod menegaskan bahwa akses terhadap rumah subsidi masih menjadi kendala, terutama bagi generasi muda yang terbebani pinjaman online.
Baca Juga:
KSPSI Sarankan Kenaikan Iuran BPJS Ditunda, Ekonomi Sedang Lemah
“Terima kasih atas janji Presiden soal satu juta rumah. Namun perlu diperhatikan, banyak generasi muda yang kesulitan mengakses karena persoalan pinjol. Harus ada aturan yang memudahkan mereka mendapatkan rumah, termasuk memastikan lokasi rumah dekat dengan tempat kerja,” katanya.
Dalam hal percepatan pengesahan regulasi turunan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, KSPSI juga memberikan apresiasi. Menurut Arnod, setelah disahkan, langkah berikutnya yang krusial adalah percepatan penerbitan aturan pelaksana.
“Kami berterima kasih UU PPRT sudah disahkan, namun percepatan Peraturan Pemerintah sebagai aturan turunan harus segera dilakukan agar implementasinya tidak terhambat,” tegasnya.