2. Infrastruktur yang lebih baik
meningkatkan efisien operasi perusahaan-perusahaan. Infrastruktur yang baik
menimbulkan efek melicinkan operasi pengangkutan bahan mentah ke pabrik dan
barang akhir ke pasar, mengurangi pengangkutan bahan mentah dan barang akhir,
dan mempersingkat waktu dalam membeli barang mentah hingga menyediakan
barangnya di pasaran.
Fasilitas infrastruktur dipahami
sebagai input infrastruktural publik dari sudut pandang suplai.
Baca Juga:
Buka Konsultasi RPJMD, Bupati Tapteng Komit Wujudkan Tapteng Naik Kelas, Adil Untuk Semua
Jika dilihat dari sifat pelayanan yang
diberikan, infrastruktur secara luas dapat digolongkan menjadi kategori fisik,
sosial dan finansial.
Kategori fisik meliputi transportasi
(rel kereta, jalan, jalur udara dan jalur perairan), listrik, irigasi,
telekomunikasi, suplai air dan sebagainya.
Infrastruktur fisik berkontribusi
kepada pertumbuhan ekonomi dengan cara mengurangi biaya transaksi dan
menciptakan banyaknya investasi, lapangan kerja, hasil (output), pendapatan, dan pertumbuhan sampingan.
Baca Juga:
Menteri PU Dukung Exit Tol Cipali KM 87+950 untuk Industri Subang Smartpolitan
Sementara itu, infrastruktur sosial
berkontribusi melalui pengayaan sumber daya manusia dalam hal pendidikan,
kesehatan, perumahan, fasilitas rekreasi dan sebagainya.
Sehingga dapat memajukan kualitas
hidup.
Infrastruktur ini akan berpengaruh
terhadap kualitas sumber daya manusia dan akan meningkatkan produktivitas
pekerja.