2. Infrastruktur yang lebih baik
meningkatkan efisien operasi perusahaan-perusahaan. Infrastruktur yang baik
menimbulkan efek melicinkan operasi pengangkutan bahan mentah ke pabrik dan
barang akhir ke pasar, mengurangi pengangkutan bahan mentah dan barang akhir,
dan mempersingkat waktu dalam membeli barang mentah hingga menyediakan
barangnya di pasaran.
Fasilitas infrastruktur dipahami
sebagai input infrastruktural publik dari sudut pandang suplai.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Penanganan Perlintasan Sebidang Kereta Api, 3 Proyek di Jawa Barat Jadi Prioritas
Jika dilihat dari sifat pelayanan yang
diberikan, infrastruktur secara luas dapat digolongkan menjadi kategori fisik,
sosial dan finansial.
Kategori fisik meliputi transportasi
(rel kereta, jalan, jalur udara dan jalur perairan), listrik, irigasi,
telekomunikasi, suplai air dan sebagainya.
Infrastruktur fisik berkontribusi
kepada pertumbuhan ekonomi dengan cara mengurangi biaya transaksi dan
menciptakan banyaknya investasi, lapangan kerja, hasil (output), pendapatan, dan pertumbuhan sampingan.
Baca Juga:
Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II di Medan Rampung, Siap Digunakan untuk MPLS Tahun Ajaran 2026/2027
Sementara itu, infrastruktur sosial
berkontribusi melalui pengayaan sumber daya manusia dalam hal pendidikan,
kesehatan, perumahan, fasilitas rekreasi dan sebagainya.
Sehingga dapat memajukan kualitas
hidup.
Infrastruktur ini akan berpengaruh
terhadap kualitas sumber daya manusia dan akan meningkatkan produktivitas
pekerja.