Dari sisi ketenagakerjaan, Arnod Sihite yang juga Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Percetakan dan Penerbitan Media Informasi (FSP PPMI KSPSI), mengingatkan para pengusaha agar tidak menjadikan situasi global sebagai alasan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Ia menilai gelombang PHK hanya akan memperluas angka pengangguran dan memperparah kemiskinan.
Baca Juga:
Kritik Wacana Mendes Hentikan Minimarket, KSPSI: Bangun Kopdes Lewat Kolaborasi, Bukan Pelarangan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia masih berada pada kisaran jutaan orang, dengan tantangan tambahan dari angkatan kerja baru setiap tahunnya.
Arnod memperkirakan pada pertengahan 2026 akan ada jutaan tenaga kerja baru yang masuk pasar kerja, sehingga pemerintah dihadapkan pada tekanan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kalau PHK terus terjadi, pengangguran meningkat, daya beli turun, dan pertumbuhan ekonomi akan semakin berat,” tegasnya.
Baca Juga:
KSPSI: Stop Wacana Dua Periode dan Figur Wapres Baru, Fokus Dukung Asta Cita Prabowo
Ia mendorong pemerintah mempercepat realisasi investasi, membuka akses pasar ekspor ke negara-negara yang tidak terdampak konflik, serta meningkatkan daya saing dan produktivitas industri nasional agar tetap adaptif di tengah ketidakpastian global.
Selain isu global, Arnod juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat agar program tersebut benar-benar tepat sasaran serta bebas dari praktik korupsi.
Menurutnya, program yang menyasar anak sekolah dan ibu hamil itu harus menjamin kualitas gizi, kebersihan, ketepatan waktu distribusi, serta standar higienitas yang tinggi.