WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti serius kasus dugaan penganiayaan anak yang terjadi di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Peristiwa ini dinilai sebagai alarm keras bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan anak, khususnya di fasilitas pengasuhan yang kini semakin dibutuhkan masyarakat, terutama oleh para orang tua bekerja.
Baca Juga:
KSP Ungkap 5.000 Siswa Keracunan Akibat MBG, Puan Desak Evaluasi Total
“Tentunya kasus dugaan kekerasan di daycare yang ada di Yogyakarta menjadi sebuah keprihatinan. Kita harap kasus ini diusut tuntas, dan instansi terkait memberikan perlindungan bagi anak-anak yang menjadi korban,” kata Puan dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026).
Kasus yang mencuat di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, kini tengah menjadi perhatian luas publik.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 53 anak diduga menjadi korban kekerasan dari total 103 anak yang terdaftar di fasilitas tersebut.
Baca Juga:
DPR dan Parpol Hanya Sibuk Meredam, Bukan Menyelesaikan Masalah
Fakta ini memunculkan kekhawatiran mendalam mengenai standar keamanan dan kualitas pengasuhan di tempat penitipan anak.
Pengungkapan kasus ini mengungkap sejumlah perlakuan tidak manusiawi yang dialami anak-anak.
Mulai dari tindakan pengikatan tangan dan kaki, pembiaran tanpa asupan makanan dan minuman yang layak, hingga kondisi tidur yang tidak pantas tanpa alas dan hanya mengenakan popok.