WAHANANEWS.CO, Jakarta – Komisi X DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) menyoroti masih banyaknya kursi yang kosong di perguruan tinggi negeri (PTN) setelah proses registrasi atau daftar ulang mahasiswa baru selesai.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera dicarikan solusi agar daya tampung yang telah disiapkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Baca Juga:
Rerie Dorong Budaya Integritas Mengakar di Dunia Pendidikan
Sorotan tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (25/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Rektor Universitas Sriwijaya memaparkan bahwa sejumlah calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi, khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), memilih tidak melakukan registrasi ulang karena diterima di perguruan tinggi lain yang menjadi pilihan mereka.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Dedi Wahidi mengusulkan agar pemerintah menerapkan mekanisme peserta cadangan dalam proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
Baca Juga:
Abdul Fikri Faqih: Sensus Ekonomi 2026 Harus Ungkap Kondisi UMKM Secara Nyata
Menurutnya, sistem tersebut dapat menjadi solusi agar kursi yang ditinggalkan calon mahasiswa yang mengundurkan diri tidak dibiarkan kosong.
"Di PTN dari kuota yang tersedia tidak terisi semua seperti di Unsri juga. Saya usul supaya bagaimana supaya bangku itu tidak kosong, ada cadangan," ujar Politisi Fraksi PKB itu dalam rapat.
Dedi menjelaskan, melalui sistem peserta cadangan, calon mahasiswa yang telah masuk daftar tunggu dapat langsung menggantikan peserta yang tidak melakukan daftar ulang tanpa harus melalui proses seleksi kembali.