Jika PDI-P menerima tawaran menjadi cawapres dari partai lain, ini akan secara langsung bertentangan dengan arus besar aspirasi elite partai dan massa partai di akar rumput.
Dengan demikian, skenario kedua ini juga cukup sulit diwujudkan.
Baca Juga:
Pemohon Uji Materi UU Pemilu Desak Percepatan Pelantikan Presiden Terpilih
Skenario ketiga adalah PDI-P mengusung calon dengan dukungan massa terbesar saat ini, yakni Ganjar Pranowo.
Dalam pelbagai simulasi survei yang dilakukan SMRC, di antara para kader PDI-P yang menonjol, Ganjar secara konsisten berada di urutan pertama tingkat elektabilitas.
Dalam survei pertengahan September 2021, suara Ganjar konsisten ada di tiga besar tokoh yang mendapatkan preferensi publik untuk maju sebagai capres.
Baca Juga:
Mahfud MD: Saya Lebih Baik dari Prabowo-Gibran, tetapi Rakyat Lebih Percaya Mereka
Dalam survei ini, suara Ganjar 15,8 persen untuk semiterbuka 42 nama, 19 persen untuk simulasi 15 nama, 20,5 persen untuk simulasi delapan nama, dan 29,3 persen untuk tiga nama.
Elektabilitas ini juga secara konsisten mengalami kenaikan.
Betul bahwa saat ini, elektabilitas Prabowo masih relatif lebih tinggi, tapi tren setahun terakhir menunjukkan preferensi publik pada Prabowo cenderung menurun, sementara Ganjar terus meningkat.