Kedua, karena itu, investor individu sudah semestinya memahami analisis fundamental sebelum investasi saham.
Analisis fundamental adalah teknik analisis saham yang fokus pada beberapa faktor, seperti kinerja perusahaan yang bersangkutan, persaingan usaha, industri, hingga kondisi ekonomi baik ekonomi makro dan mikro.
Baca Juga:
Luhut Bicara Terbuka: Ini yang Membuat Indonesia Kurang Dipercaya Dunia
Namun, sepertinya rumus itu sering mereka abaikan.
Akhirnya, meskipun (calon) emiten masih merugi, mereka tetap saja mengejar saham itu.
Mengapa?
Baca Juga:
Kinerja APBN 2025: Program Prioritas Capai 65,8 Persen, Belanja Tembus Rp611 Triliun
Mungkin mereka berpikir bahwa membeli saham identik dengan membeli masa depan.
Sikap sembarangan tanpa memperhitungkan fundamental keuangan seperti itu bisa membawa potensi risiko kerugian.
Akibat sampingannya, saham bank papan atas yang termasuk indeks LQ45 justru kurang dilirik.