Operasi tangkap tangan berikutnya kembali menyasar kepala daerah di Jawa Tengah.
Pada Minggu (19/1/2026), KPK melakukan OTT ketiga dengan menangkap Bupati Pati Sudewo yang kemudian diumumkan sebagai tersangka sehari setelah penangkapan tersebut.
Baca Juga:
Sidang Kasus Korupsi Chromebook Ditunda, Nadiem Makarim Sakit
KPK menyatakan bahwa Sudewo menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Memasuki Februari, operasi tangkap tangan kembali digelar oleh lembaga antirasuah tersebut.
OTT keempat terjadi pada Selasa (4/2/2026) di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses restitusi pajak.
Baca Juga:
Kasus Kebocoran PAD Rp147 Miliar, Eks Wali Kota Bengkulu Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara
Masih pada hari yang sama, KPK juga mengumumkan operasi tangkap tangan kelima yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam importasi barang tiruan atau barang KW.
Dalam kasus tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Rizal yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
OTT keenam kemudian diumumkan pada Rabu (5/2/2026) yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengurusan sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi di lingkungan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.