"Namun,
apakah cara seperti begitu itu bijak? Tentunya, ini akan sangat mengurangi
fungsi jalan tol, yang bukan semata fasilitas komersial tapi juga sarana
sosial," kata Tohom.
Maka,
menurutnya, selama tidak berujung pada perubahan fungsi dasar jalan tol, dan
tidak melahirkan kelompok konsumen eksklusif, rencana penerapan sistem pembayaran
berbasis MLFF buatan perusahaan asing itu takkan menimbulkan masalah.
Baca Juga:
Kecamuk Perang, Saatnya Kendalikan Konsumsi BBM
"Kalau yang
terjadi adalah sebaliknya, ini pasti bakal bermasalah. Apalagi, saya dengar,
perusahaan asing itu akan mendapat konsesi pengelolaan MLFF selama 9 tahun.
Bila tidak diikat dengan regulasi yang seimbang antara kepentingan perusahaan
dan konsumen, hal yang paling menakutkan tentunya akan terjadi," kata Tohom.
Ia
mengingatkan, selain melakukan pembelaan terhadap hak-hak konsumen, pihaknya
pun memiliki concern untuk
mengupayakan langkah-langkah pencegahan.
"Jangan
sampai telanjur melahirkan kerugian bagi konsumen," pungkasnya. [yhr]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.