Peringatan tersebut kini terbukti setelah konflik meluas dan mulai menyasar sektor energi.
Serangan ke Ras Laffan terjadi setelah Israel lebih dulu menghantam South Pars, ladang gas raksasa Iran yang terhubung langsung dengan Qatar.
Baca Juga:
Debut Manis Neymar di Piala Dunia 2026, Air Mata Haru Warnai Comeback
Eskalasi ini menandai perubahan besar dalam konflik karena target serangan tidak lagi terbatas pada objek militer, melainkan juga infrastruktur energi yang berdampak luas pada ekonomi global.
Kerusakan paling parah terjadi pada cold boxes yang merupakan komponen vital dalam proses pendinginan dan pemurnian gas sebelum dikirim sebagai LNG.
Kerusakan pada bagian ini membuat kemampuan ekspor langsung terganggu dan memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok energi dunia.
Baca Juga:
Cerita Bahlil 10 Hari Terakhir Urus Batu Bara, Sampai Merangkap PM PLN
“Semua unit pendingin utama telah lenyap,” kata al-Kaabi.
Ia menegaskan bahwa dampak serangan ini tidak hanya bersifat lokal tetapi juga global.
“Semuanya telah hancur,” imbuhnya.