Peringatan tersebut kini terbukti setelah konflik meluas dan mulai menyasar sektor energi.
Serangan ke Ras Laffan terjadi setelah Israel lebih dulu menghantam South Pars, ladang gas raksasa Iran yang terhubung langsung dengan Qatar.
Baca Juga:
Saat Harga Pertamax Rp12.900, Negara Ini Jual BBM Lebih Murah dari Air Mineral
Eskalasi ini menandai perubahan besar dalam konflik karena target serangan tidak lagi terbatas pada objek militer, melainkan juga infrastruktur energi yang berdampak luas pada ekonomi global.
Kerusakan paling parah terjadi pada cold boxes yang merupakan komponen vital dalam proses pendinginan dan pemurnian gas sebelum dikirim sebagai LNG.
Kerusakan pada bagian ini membuat kemampuan ekspor langsung terganggu dan memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok energi dunia.
Baca Juga:
TNI Bubarkan Nobar Film “Pesta Babi”, Komnas HAM: Cederai Hak Warga
“Semua unit pendingin utama telah lenyap,” kata al-Kaabi.
Ia menegaskan bahwa dampak serangan ini tidak hanya bersifat lokal tetapi juga global.
“Semuanya telah hancur,” imbuhnya.