Dari sisi Amerika Serikat, gangguan pasokan energi ini disebut telah masuk dalam perhitungan strategis.
Namun al-Kaabi menilai dampak sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan sekadar gangguan jangka pendek.
Baca Juga:
Di Balik Temuan 995 Senjata, Ada Hak Siswa atas Sekolah yang Aman
Ia menyebut konflik ini sudah memukul ekonomi kawasan Teluk secara luas.
“Pariwisata mati. Maskapai tidak bisa terbang… Perdagangan menurun. Tidak ada pergerakan badang dari pelabuhan mana pun,” ungkap al-Kaabi.
Menurutnya, dampak perang bahkan berpotensi membuat ekonomi negara-negara Teluk mundur hingga 10 sampai 20 tahun.
Baca Juga:
Jual Anjing Kesayangan Demi untuk Makan
Di sisi lain, QatarEnergy juga belum dapat memastikan apakah kerugian besar akibat serangan ini akan sepenuhnya ditanggung oleh asuransi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.