Sekitar 17 persen kapasitas ekspor LNG Qatar dilaporkan lumpuh akibat kerusakan tersebut.
Al-Kaabi memperkirakan pemulihan tidak akan berlangsung cepat karena kerusakan fisik pada fasilitas utama sangat parah.
Baca Juga:
Saat Harga Pertamax Rp12.900, Negara Ini Jual BBM Lebih Murah dari Air Mineral
Ia menyebut gangguan ini bisa berlangsung antara tiga hingga lima tahun sebelum benar-benar pulih.
Untuk memulai kembali operasi pemuatan secara penuh, QatarEnergy diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan ke depan.
Dampak serangan tidak berhenti pada gangguan ekspor, tetapi juga menjalar ke proyek ekspansi besar North Field yang kini terancam tertunda.
Baca Juga:
TNI Bubarkan Nobar Film “Pesta Babi”, Komnas HAM: Cederai Hak Warga
Proyek tersebut sebelumnya ditargetkan meningkatkan kapasitas produksi LNG Qatar dari 77 juta ton menjadi 126 juta ton per tahun pada 2027.
Al-Kaabi menyebut tidak ada pekerja yang berada di lokasi proyek saat ini.
Ia memperkirakan keterlambatan proyek bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan lebih dari satu tahun.