"Kami berharap ini tidak berlangsung lama, namun kami akan melakukan yang terbaik untuk menutup sebagian dari biaya tambahan tersebut," ungkap CEO Concrete Pumping Holdings, Bruce Young.
Selain energi dan transportasi, sektor pertanian juga mulai dihantui ketidakpastian akibat potensi gangguan pasokan pupuk dari kawasan Teluk Persia yang merupakan salah satu sumber utama produksi pupuk dunia.
Baca Juga:
Tegang di Selat Hormuz, Kemlu Lakukan Diplomasi Intensif ke Iran Demi Kapal Indonesia
Kenaikan harga pupuk terjadi pada momen yang sangat sensitif bagi sektor pertanian Amerika Serikat.
Musim tanam musim semi sedang berlangsung sehingga kebutuhan pupuk berada pada titik tertinggi.
Kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasokan pangan pun mulai mencuat di kalangan petani.
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
"Kami sangat khawatir kegagalan untuk bertindak dapat menyebabkan gangguan pada rantai pasokan makanan yang belum pernah terlihat sejak 2022," tulis Presiden American Farm Bureau Federation, Zippy Duvall, dalam suratnya kepada Presiden.
Lonjakan harga energi juga berpotensi memicu tekanan inflasi baru bagi perekonomian Amerika Serikat yang baru saja menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Barclays memperkirakan setiap kenaikan harga minyak sebesar 10 persen dapat meningkatkan inflasi sekitar 0,2 poin persentase dalam rentang waktu satu hingga dua bulan.