Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap kepercayaan konsumen yang sebelumnya mulai pulih setelah tekanan ekonomi selama beberapa tahun terakhir.
"Pasar perumahan sangat rentan terhadap kepercayaan konsumen," kata ekonom senior Realtor.com, Jake Krimmel.
Baca Juga:
Tegang di Selat Hormuz, Kemlu Lakukan Diplomasi Intensif ke Iran Demi Kapal Indonesia
Ia menilai ancaman terbesar bagi sektor properti saat ini adalah ketidakpastian perang yang membuat calon pembeli rumah memilih menunda keputusan transaksi.
Sejarah ekonomi Amerika Serikat mencatat lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah pernah memicu resesi besar, seperti saat Revolusi Iran pada 1979 dan Perang Teluk pada 1990.
Namun para analis menilai posisi ekonomi Amerika Serikat saat ini relatif lebih kuat dibandingkan masa lalu.
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
Salah satu faktor utama adalah perubahan posisi negara tersebut dalam industri energi global.
Amerika Serikat kini telah menjadi eksportir energi bersih sehingga wilayah produsen seperti Texas Barat justru berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga minyak dunia.
Selain itu struktur ekonomi Amerika Serikat juga telah mengalami pergeseran besar.