Kekhawatiran senada juga disampaikan oleh badan kesehatan regional Afrika yang menyoroti aktivitas ekonomi di sektor pertambangan sebagai jalur logistik yang rawan memicu penularan lintas batas.
"Pergerakan populasi yang signifikan antara wilayah terdampak dan negara tetangga juga mengartikan bahwa koordinasi regional sangat penting untuk dilakukan," pungkas Direktur Eksekutif CDC Afrika Dr Jean Kaseya.
Baca Juga:
Pulau Terpadat Dunia, Hanya 2000 Meter Jadi Rebutan Ada Kasino dan Rumah Bordir
Sebagai catatan sejarah kelam, Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di wilayah yang sekarang menjadi RD Kongo dan diduga menyebar dari kelelawar buah, di mana wabah kali ini merupakan yang ke-17 di negara tersebut. Berdasarkan data historis, wabah paling mematikan di Kongo terjadi antara tahun 2018 dan 2020 yang menewaskan hampir 2.300 orang, sementara tahun lalu tercatat 45 orang tewas di wilayah terpencil akibat virus dengan tingkat kematian rata-rata mencapai 50% ini.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.