WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan pentingnya perlindungan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sebagai bagian dari strategi menjaga kedaulatan pangan nasional.
Menurutnya, keberadaan lahan pertanian tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi semata, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup dan peradaban sebuah bangsa.
Baca Juga:
MK Tegaskan DKJ Masih Ibu Kota, DPR Nilai Pembangunan IKN Tetap Berjalan
Pernyataan tersebut disampaikan Aher usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI dalam rangka pengawasan isu pertanahan dan perlindungan Lahan Sawah Dilindungi di Bale Tawangarum, Balai Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026).
"Pangan itu jadi peradaban, pangan itu jadi kehidupan. Se-metropolitan Shanghai masih banyak sawah, bandara dikelilingi persawahan dan diurus dengan baik. Jadi semua daerah, termasuk kota di dalamnya, harus ada LSD sekecil apa pun. Jangan nol persen, harus ada!," ujar Aher.
Ia menjelaskan, keberadaan lahan sawah di wilayah perkotaan tetap memiliki arti penting sebagai penyangga ketahanan pangan jangka panjang.
Baca Juga:
Buka Parlemen Kampus, Aria Bima Dorong Mahasiswa Berperan dalam Legislasi Publik
Karena itu, menurutnya, seluruh daerah perlu mempertahankan area persawahan meskipun dalam luasan terbatas agar keseimbangan pembangunan dan kebutuhan pangan tetap terjaga.
Politisi Fraksi PKS tersebut juga menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga dalam pengelolaan dan perlindungan lahan sawah.
Ia menilai keberhasilan kebijakan LSD sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).