WAHANANEWS.CO - Berbicara dihadapan 13 pemuka agama Kristen/Katolik serta pegiat masyarakat adat dan lingkungan hidup asal Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan janji serta komitmen Presiden Prabowo Subianto menutup permanen PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Perusahaan grup PT Royal Golden Eagle (RGE), yang terafiliasi dengan Sukanto Tanoto itu dilabeli sebagai perusak lingkungan dan penyebab musibah banjir, yang operasionalnya dibekukan pemerintah sejak Desember 2025.
Baca Juga:
Luhut Pandjaitan Ungkap 62,9% Subsidi Energi RI Dinikmati Orang Kaya!
Luhut menerima delegasi Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (Sekber Gokesu) di kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026).
Pertemuan berlangsung di ruang Rapat Gedung DEN dengan suasana akrab, dan serius dalam waktu lebih dari 60 menit.
Rombongan Sekber Gokesu duduk di kursi sebelah kanan Luhut, sementara pihak DEN menduduki barisan kursi di sebelah kirinya. Selain puluhan orang yang hadir langsung di kantor DEN, sejumlah pejabat di kawasan Danau Toba turut hadir secara virtual melalui aplikasi Zoom.
Baca Juga:
Dasco Sebut Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi
Mereka adalah Bupati Samosir Vandiko Gultom, Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan, dan sejumlah kepala dinas dari kabupaten lain.
Pertemuan berlangsung dengan serius, tetapi terlihat Luhut sangat menghormati para rohaniwan dan masyarakat dengan menyapa "Amang", yang artinya bapak.
Hadir antara lain Ketua Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (Sekber Gokesu) Pastor Walden Sitanggang OFMCap, yang mengenakan jubah Fransiskan warna cokelat.