Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam, menjelaskan bahwa pencabutan izin 28 perusahaan itu tidak terlepas dari bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025.
Di tengah bencana, Satgas PKH mempercepat audit perusahaan yang diduga melanggar aturan baik di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.
Baca Juga:
Luhut Pandjaitan Ungkap 62,9% Subsidi Energi RI Dinikmati Orang Kaya!
Presiden Prabowo menghadiri pertemuan tahunan ke-56 The World Economic Forum (WEF) yang berlangsung di Davos-Klosters, Swiss, 19-23 Januari 2026. Merujuk pada pernyataan Luhut, keluarga Sukanto Tanoto berupaya menjumpai Prabowo di sela kegiatan di Davos.
Sukanto Tanoto dikenal sebagai pendiri Royal Golden Eagle (RGE), kelompok usaha yang bergerak di sektor pulp, kertas, energi, dan kelapa sawit dengan jaringan bisnis internasional. Tanoto lahir di Belawan, Medan.
Sukanto adalah pemilik kelompok usaha di bidang industri pulp dan kertas Asia Resources Pacific International Holdings Ltd (APRIL) yang membawahi antara lain PT TPL, PT Riau Pulp & Paper, Asia Symbol, kemudian minyak kelapa sawit (Asian Agri dan Apical).
Baca Juga:
Dasco Sebut Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi
Tanah Warisan Demi Perut Anak Cucu
Bersamaan dengan itu, Walden mengatakan bahwa delegasi membawa pesan dan pengharapan kuat dari masyarakat Tapanuli Raya, yakni memohonkan agar Luhut Binsar Panjaitan memiliki hati yang terbuka menyambungkan perjuangan masyarakat kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar berkenan memahami dan mengabulkan permohonan masyarakat Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba, khususnya yang selama ini adalah korban kriminalisasi PT TPL.
“Sekarang, di pundak kami, di tangan kami, di hati kami, di pikiran dan batin kami ada air mata dan peluh keringat dari masyarakat yang selama ini berjuang untuk mewarisi tanah leluhurnya dan mengolahnya demi sejengkal perut anak-anaknya dan kemudian menyekolahkannya agar memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Walden.