Di tengah diskusi yang sedang berlangsung, LBP menelepon Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni agar memproses surat-surat dari kabupaten di kawasan Danau Toba dan Tapanuli Raya. Suara Raja Juli terdengar dari speaker ponsel Luhut, "Siap, Pak..."
Cuaca ruangan sangat dingin, sehingga delegasi dari kawasan Danau Toba dan Tapanuli Raya merasakan agak kedinginan.
Baca Juga:
Luhut Pandjaitan Ungkap 62,9% Subsidi Energi RI Dinikmati Orang Kaya!
LBP didampingi oleh Lambock V. Nahattands, pejabat di Sekretariat Kabinet (2001-2005), Van Basten Pandjaitan (Staf Khusus LBP), dan Armando Siahaan—salah satu anak didik binaan Luhut sejak di SMA Unggul DEL dan baru saja lulus dari Harvard Business School.
Setelah menyapa semua peserta dengan bahasa Batak Toba, sekaligus memberi pengantar singkat, LBP mempersilakan Van Basten membacakan paparan. Lalu, LBP mempersilakan Ephorus HKBP Victor Tinambunan berbicara. Ephorus langsung mempersilakan Ketua Sekber berbicara.
Ketua Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (Sekber Gokesu), Pastor Walden Sitanggang, OFMCap, mengatakan bahwa 13 orang yang terdiri atas rohaniawan pastor (pemuka agama Katolik), pendeta (rohaniawan Kristen), dan pegiat masyarakat adat serta lingkungan hidup bertindak selaku wakil masyarakat Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.
Baca Juga:
Dasco Sebut Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi
“Izinkanlah kami sebagai masyarakat Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba menyapa bapak dan menitipkan salam dari masyarakat yang selama ini kami dampingi untuk mewarisi tanah adatnya dan juga menjaga lingkungan yang akan mereka wariskan bagi anak cucu di masa mendatang,” kata Pastor Walden.
Komitmen Pemerintah Menutup PT TPL
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, mendengar saksama pernyataan-pernyataan pihak delegasi Sekber Gokesu. Ketika mendengar paparan Rocky Pasaribu yang isinya mirip dengan paparan Pastor Walden, Luhut langsung menyela.