Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat program bantuan listrik desa melalui skema Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu agar memperoleh sambungan listrik secara gratis atau bersubsidi.
Baca Juga:
Kunjungi Dapur MBG di Lawang Kidul, Anggota Komisi XI DPR Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal
Menurut Bahlil, pemerataan akses listrik merupakan amanat konstitusi sekaligus bentuk nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia bahkan menyatakan akan menganggap dirinya gagal apabila masih ada desa dan kelurahan yang belum teraliri listrik, meskipun indikator sektor energi lainnya tercapai.
“Sekalipun katakanlah lifting tercapai. Tapi kalau saudara-saudara kita di desa-desa, di kelurahan-kelurahan itu belum dapat listrik saya menganggap saya menteri yang gagal,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri ESDM, di Komplek Parlemen, Kamis, 22 Januari 2026.
Baca Juga:
PRIMA Nilai Usulan Kenaikan Ambang Batas Parlemen Abaikan Putusan MK
Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Bahlil mengaku mendapatkan dorongan kuat dari para anggota dewan untuk menuntaskan rasio elektrifikasi nasional hingga mencapai 100 persen.
Ia menilai dukungan legislatif menjadi energi tambahan bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, terutama di wilayah terpencil.
Pemerintah saat ini menjalankan program pemasangan sambungan listrik baru dengan target ratusan ribu rumah tangga secara nasional.