• KA 4B Argo Bromo Anggrek menggunakan Radio Lok dan berada pada wilayah komunikasi S.1 (PK Timur)
14. Sebelum kejadian tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek (Gambir - Surabaya Pasarturi) dan KA 5568A Commuter Line (Kampungbandan - Cikarang) di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, terdapat kejadian KA 5181 Commuter Line (Cikarang - Angke) tabrakan dengan kendaraan roda empat di perlintasan sebidang jalur hilir JL. Ampera Bekasi Timur yang dijaga oleh swadaya masyarakat. Kejadian ini berdampak pada KA 5568A yang berada di jalur hulu yang tidak dapat melintas arah keluar St. Bekasi Timur ke arah St. Tambun (track section 103AT dan 103BT), masinis memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan meskipun telah mendapatkan aspek hijau (semboyan 5) di sinyal blok B103 karena adanya kerumunan masyarakat.
Baca Juga:
Kecelakaan Maut, KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Avanza 4 Orang Tewas
15. Dari hasil rekaman percakapan (voice logger) antara Masinis dengan PK Manggarai, diketahui bahwa informasi dari KA 5568A Commuter Line yang masih berhenti di jalur 1 (hulu) St. Bekasi Timur karena adanya kerumunan masyarakat, tidak tersampaikan ke PK Selatan. Hal tersebut dikarenakan pada saat yang bersamaan PK Selatan sedang melakukan pengamanan KA 5181 Commuter Line yang mengalami kejadian temperan dengan Taksi GreenSM dan KA 6075 Commuter Line yang berada di belakang KA
16. Terdapat perbedaan rujukan waktu yang digunakan (master time) dalam masing-masing tipe radio komunikasi di PK Manggarai, logger lokomotif, logger sistem persinyalan, ruang pelayanan KA di stasiun operasi, CCTV KA dan CCTV Stasiun.
KNKT masih melakukan proses investigasi kecelakaan tabrakan KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur, Daop 1 Jakarta. KNKT telah menerima informasi terkait tindakan yang dilakukan olehparapihak terkait dalamrangka peningkatan keselamatan pasca kejadian.
Baca Juga:
Festival Songkran 5 Hari di Thailand, Makan Korban 171 Orang Tewas
"KNKT telah menerima informasi terkait tindakan yang dilakukan oleh para pihak terkait dalam rangka peningkatan keselamatan pasca kejadian," ujar Soerjanto.
Dia berharap proses investigasi ini dapat berjalan lancar dan dapat diumumkan kepada masyarakat publik tiga bulan ke depan.
"Kita berharap kalau semua proses investigasi lancar, antara 2-3 bulan, mudah-mudahan bisa kita selesaikan," pungkasnya.