Karena itu, Komisi XII DPR RI berharap kedua perusahaan terus meningkatkan kualitas tata kelola dan memperkuat manajemen operasional agar berbagai kendala yang terjadi tidak kembali terulang.
"Maka ingat, bagi perusahaan-perusahaan dengan memiliki dampak skala nasional, itu kita berharap bahwa mereka lebih baik lagi dalam manajemen, lebih bagus lagi di dalam pengoperasiannya," katanya.
Baca Juga:
Bambang Patijaya Sebut B50 Capaian Monumental, Aspirasi Koperasi Sawit Akan Diteruskan ke EBTKE
Menurut Bambang, optimalisasi kinerja smelter akan memberikan manfaat yang luas bagi berbagai pihak.
Selain meningkatkan pendapatan perusahaan, operasional yang berjalan pada kapasitas penuh juga akan berdampak positif terhadap penerimaan negara, penciptaan nilai tambah industri mineral, hingga perputaran ekonomi di wilayah sekitar tambang.
"Sehingga dengan demikian, kalau mereka beroperasi full capacity, everybody happy. Perusahaannya happy, negara mendapat pemasukan, masyarakat dalam circular ekonominya mendapatkan manfaat," ujarnya.
Baca Juga:
Netty Dorong Komisi IX DPR Bentuk Panja Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan
Ia menambahkan, Komisi XII DPR RI berharap seluruh investasi besar di sektor pertambangan, termasuk proyek smelter yang dijalankan PT Freeport Indonesia dan PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara, dapat segera beroperasi secara optimal sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
"Nah jadi dengan demikian kita berharap semua investasi-investasi besar itu betul-betul dapat full capacity dan memberikan manfaat bagi sekitar," katanya.
Dalam pemaparannya di hadapan Komisi XII DPR RI, PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara mengungkapkan bahwa realisasi produksi katoda tembaga pada 2025 mencapai 79.848 dry metric ton (DMT).