“Tujuan akhirnya bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Rumah yang layak akan berdampak langsung pada kesehatan keluarga, mulai dari sanitasi yang baik, tidak ada kebocoran, hingga lingkungan yang lebih sehat. Dari situ, produktivitas meningkat dan perekonomian keluarga ikut terdongkrak,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program BSPS agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca Juga:
Negara Hadir di Perbatasan, 15.000 Rumah Warga Siap Direhabilitasi Tahun 2026
Pada tahun ini, alokasi BSPS di Pulau Lombok mencapai sekitar 1.400 unit rumah, dengan Kabupaten Lombok Timur memperoleh sekitar 350 unit.
“Saya akan terus menjemput bola agar program-program pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat, khususnya di NTB,” tegas Legislator Dapil Nusa Tenggara Barat II
Sebagai Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku), ia turut mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melanjutkan berbagai program pro-rakyat dari pemerintahan sebelumnya, termasuk BSPS.
Baca Juga:
BSPS Digenjot di Jawa Barat, Kuota Bedah Rumah Melonjak Jadi 40.000 Unit
Ia menilai keberlanjutan program menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pembangunan serta mempercepat pencapaian target nasional.
Ke depan, ia berharap implementasi BSPS dapat berjalan semakin optimal, tepat sasaran, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Program ini diyakini mampu menjadi salah satu motor penggerak dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, khususnya melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah.