Oleh HASIBULLAH SATRAWI
Baca Juga:
AS-Arab Saudi Resmi Tandatangani Penjualan Senjata Senilai Rp2 Kuadriliun
DALAM momen peringatan serangan terorisme paling akbar yang menghantam Amerika Serikat (AS) pada 11 September 2001, Arab Saudi kembali mendapatkan “tamparan politik” akibat kebijakan AS.
Sebagaimana dimaklumi, Presiden AS Joe Biden akhirnya menandatangani perintah eksekutif untuk membuka dokumen terkait serangan terorisme yang menyerang simbol kekuasaan AS itu, Jumat (3/9/2021).
Baca Juga:
Jemaah Haji Indonesia Dikepung Suhu Udara 44°C dan Ancaman Dehidrasi
Beberapa hari kemudian, Rabu (8/9/2021), Kedutaan Arab Saudi di AS menyampaikan pernyataan yang pada intinya mendukung keputusan Presiden AS untuk membuka dokumen terkait serangan 11 September 2001.
Melalui pernyataan yang ada, Arab Saudi juga menegaskan negara itu tidak terlibat dengan serangan yang dilakukan Al-Qaeda tersebut (CNNIndonesia.com, 9/9/2021).
Sebagaimana dimaklumi, sebagian dari pelaku serangan 11 September 2001 berkebangsaan Arab Saudi, termasuk Osama bin Laden.