"Semua orang bisa memakai platform online untuk mendapatkan nomor telepon sementara, 'burner number', lalu mendaftar ke platform seperti Telegram," kata dia.
"Nomor sementara atau burner number hanya perlu menerima kata kunci satu kali untuk mendaftar sebagai pengguna Telegram. Setelah mendaftar, nomor sementara itu akan berhenti digunakan."
Baca Juga:
Pesta Seks Tukar Pasangan di Kota Batu, Tiap Peserta Bayar Rp825 Ribu
Pengguna lantas membuat akun Telegram untuk melakukan berbagai hal, kata Gomez.
Fitur-fitur dalam Telegram menawarkan "tingkat pengendalian" bagi seseorang untuk "menjual barang-barang ilegal dan mengendalikan data yang diperlukan", ujar Gomez lagi.
"Fitur-fitur ini memungkinkan seseorang atau sebuah sindikat untuk beroperasi dari jarak jauh di dunia maya dengan ruang lingkup yang sulit dilacak secara virtual."
Baca Juga:
Cerita CEO Telegram Pavel Durov Diduga Miliki Empat Paspor
Nomor telepon prabayar dan tanpa nama juga bisa dengan mudah mendaftar di Telegram melalui "pasar gelap", sangat membantu pelaku kejahatan menutupi jejak mereka, kata Ng.
Misalnya, seseorang bisa menggunakan mata uang kripto yang terafiliasi dengan Telegram untuk membeli nomor telepon tanpa nama melalui sebuah platform untuk mendapatkan akun Telegram.
Namun Ng mengatakan para pelaku kejahatan tetap masih bisa tertangkap kendati menggunakan aplikasi tersebut.