Namun, skenario terbaik yang mampu membatasi pemanasan pada sekitar 2,7 derajat Fahrenheit atau 1,5 derajat Celsius hingga akhir abad juga semakin sulit diwujudkan.
Bumi saat ini telah memanas sekitar 2 derajat Fahrenheit atau kurang lebih 1,2 derajat Celsius dibandingkan tingkat suhu pada akhir abad ke-19.
Baca Juga:
Cuaca Panas Mendidih, AC Makin Laku Keras di RI
Kenaikan yang terlihat kecil tersebut telah menghasilkan perubahan besar pada sistem iklim dan lingkungan di berbagai belahan dunia.
“Peristiwa yang belum pernah kita lihat sebelumnya sudah terjadi pada pemanasan sekitar 1,2 derajat Celsius,” kata Lehner.
Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai pertanda bahwa sistem iklim yang dihadapi manusia sekarang sudah berbeda dibandingkan masa lalu.
Baca Juga:
Eropa Barat Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, PBB Sebut Iklim Makin Buruk
“Kita sudah berada dalam iklim yang berbeda,” ujar Lehner.
Sekitar satu dekade lalu, prospek pemanasan global bahkan terlihat jauh lebih buruk karena konsumsi bahan bakar fosil dan emisi karbon terus meningkat setiap tahun.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa dunia bergerak menuju skenario pemanasan sangat tinggi yang dikenal sebagai SSP5-8.5.