Skenario SSP5-8.5 menggambarkan kondisi ketika emisi gas rumah kaca terus melonjak dan pembakaran batu bara pada 2100 meningkat hingga sekitar 6,5 kali lipat.
Perkembangan dunia saat ini menunjukkan penggunaan batu bara tidak lagi bertumbuh setiap tahun dengan pola seperti yang dibayangkan dalam skenario tersebut.
Baca Juga:
Cuaca Panas Mendidih, AC Makin Laku Keras di RI
Energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin juga berkembang pesat serta telah mengambil bagian semakin besar dalam sistem energi.
Di Amerika Serikat, energi terbarukan disebut telah menyumbang sekitar 13 persen dari pasokan energi.
Meski begitu, penggunaan energi terbarukan masih berada di bawah bahan bakar fosil baik di Amerika Serikat maupun secara global.
Baca Juga:
Eropa Barat Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, PBB Sebut Iklim Makin Buruk
Ilmuwan iklim Zeke Hausfather melihat perubahan sistem energi dunia sebagai faktor penting yang membuat proyeksi pemanasan ekstrem semakin tidak mungkin terjadi.
“Dunia telah membuat kemajuan nyata dalam mengatasi perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir,” tulis Hausfather dalam analisisnya.
Ia merujuk pada melonjaknya investasi teknologi energi bersih dan mulai mendatarnya emisi karbon dioksida global.