Lehner mengatakan pengaruh perubahan iklim kini dapat ditemukan pada hampir setiap gelombang panas yang terjadi.
“Perubahan iklim semakin meningkatkan suhu pada hampir setiap gelombang panas yang kita amati saat ini,” ujar Lehner dalam keterangan Cornell University pada Senin (13/7/2026).
Baca Juga:
Cuaca Panas Mendidih, AC Makin Laku Keras di RI
Ia menjelaskan cuaca yang sama pada masa lalu mungkin tetap menghasilkan gelombang panas, tetapi tingkat temperaturnya tidak akan setinggi sekarang.
“Jika pola cuaca yang sama terjadi 50 atau 100 tahun lalu, itu juga menghasilkan gelombang panas, tetapi sedikit lebih sejuk,” kata Lehner.
Gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat pada 2026 bahkan kembali memecahkan sejumlah rekor temperatur.
Baca Juga:
Eropa Barat Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, PBB Sebut Iklim Makin Buruk
Menurut Lehner, hal tersebut memperlihatkan bagaimana pemanasan global menaikkan titik awal temperatur ketika fenomena cuaca panas terjadi.
Gelombang panas bukan hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi juga memberikan tekanan terhadap ketersediaan air.
Pada Maret 2026, Lehner turut memperingatkan mengenai gelombang panas di Amerika Serikat bagian barat ketika tumpukan salju di wilayah tersebut sudah berada dalam kondisi rendah.