“Dunia sekarang kemungkinan menuju pemanasan kurang dari 3 derajat Celsius pada 2100 di bawah kebijakan saat ini,” kata Hausfather.
Prospek tersebut jauh berbeda dibandingkan sekitar 15 tahun sebelumnya ketika pemanasan sekitar 4 derajat Celsius masih terlihat lebih masuk akal.
Baca Juga:
Cuaca Panas Mendidih, AC Makin Laku Keras di RI
Namun, Hausfather mengingatkan bahwa kebijakan yang berlaku sekarang tidak otomatis menentukan kondisi yang akan terjadi hingga akhir abad.
“Kebijakan saat ini bukan batas atas maupun batas bawah dari emisi masa depan,” ujar Hausfather.
Artinya, dunia masih dapat bergerak menuju kondisi yang lebih baik apabila transisi energi dipercepat, tetapi kemunduran kebijakan juga tetap dapat meningkatkan risiko.
Baca Juga:
Eropa Barat Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, PBB Sebut Iklim Makin Buruk
Pada sisi lain terdapat skenario SSP1-1.9 yang menggambarkan jalur pembatasan kenaikan suhu bumi sekitar 1,5 derajat Celsius dibandingkan era praindustri pada akhir abad.
Target tersebut menjadi salah satu ambisi utama ketika negara-negara dunia menyepakati Perjanjian Paris.
Namun, umat manusia diperkirakan akan melewati ambang pemanasan 1,5 derajat Celsius dan kondisi itu berpotensi terjadi sejak dekade 2030-an.