Ketidakpastian tetap ada karena respons siklus karbon dan sensitivitas iklim dapat berada pada sisi yang lebih tinggi dari berbagai perkiraan ilmiah.
Kenaikan sekitar 2,6 derajat Celsius sekalipun tetap menjadi tingkat pemanasan yang dapat membawa konsekuensi serius bagi manusia dan ekosistem.
Baca Juga:
Cuaca Panas Mendidih, AC Makin Laku Keras di RI
Hausfather menilai kebijakan sekarang juga bukan alasan bagi dunia untuk berhenti meningkatkan upaya pengurangan emisi.
Menurutnya, perkembangan biaya energi bersih yang semakin murah dan penerapannya yang cepat masih membuka kemungkinan memperbaiki jalur pemanasan hingga akhir abad.
Dampak pemanasan sebenarnya sudah dapat dilihat ketika kenaikan suhu global masih berada di kisaran sekarang.
Baca Juga:
Eropa Barat Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, PBB Sebut Iklim Makin Buruk
Kebakaran hutan yang semakin intens menjadi salah satu konsekuensi karena atmosfer lebih hangat dapat mengeringkan vegetasi dan pepohonan.
Kondisi tanaman yang lebih kering membuat api lebih mudah terbentuk dan menyebar ketika kebakaran terjadi.
Gelombang panas juga menjadi semakin berpeluang mencapai temperatur ekstrem ketika suhu rata-rata bumi meningkat.