Dengan kondisi tersebut, masa depan iklim bumi kemungkinan berada di antara skenario terbaik dan skenario paling buruk.
Lehner melihat posisi tersebut sebagai situasi yang tetap serius meski lebih baik dibandingkan proyeksi paling ekstrem.
Baca Juga:
Cuaca Panas Mendidih, AC Makin Laku Keras di RI
“Ini bukan kabar baik, tetapi juga bukan skenario terburuk yang bisa terjadi,” kata Lehner.
Sementara Hausfather memperkirakan jalur yang lebih realistis berada di sekitar skenario menengah seperti SSP2-4.5, meskipun perkembangan kebijakan dan teknologi terus mengubah proyeksi.
Skenario tersebut secara umum menggambarkan dunia dengan pemanasan signifikan tetapi tidak mengikuti lonjakan penggunaan bahan bakar fosil ekstrem seperti SSP5-8.5.
Baca Juga:
Eropa Barat Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, PBB Sebut Iklim Makin Buruk
Dalam kajian ilmiah yang diterbitkan pada 2025, Hausfather menyebut terdapat konsensus yang semakin kuat bahwa estimasi sentral pemanasan abad ke-21 kini kemungkinan berada di bawah 3 derajat Celsius.
Perubahan tersebut tidak berarti ancaman pemanasan global telah selesai.
“Masih sulit untuk sepenuhnya mengesampingkan pemanasan 4 derajat Celsius atau lebih,” tulis Hausfather dalam kajiannya.