WahanaNews.co | Seorang terpidana kasus korupsi yang buron selama delapan tahun
ditangkap oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar).
Koruptor tersebut ditemukan bekerja di
perusahaan sawit di Sambas, Kalimantan Barat, sebagai
HRD, saat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Baca Juga:
Syarat Masalah, Aktivis Lingkungan Minta Eropa Tidak Membeli CPO dari PMKS PT. MSB II Namo Buaya
Ialah Heronimus Tiro yang tersangkut
kasus tindak pidana korupsi pengadaan sarana prasarana pembelajaran dan
laboratorium komputer pada Akademi Keuangan dan Perbankan Graha Artha
Khatulistiwa (AKUB-GAK) Tahun 2010.
Ia disebut korupsi uang Rp 75 juta
yang bersumber dari Dana Hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Kasi Penkum Kejati Kalbar, Pantja Edy Setiawan, menjelaskan kronologi penangkapan
koruptor tersebut.
Baca Juga:
Bill Gates Bawa-Bawa Indonesia! Soroti Emisi Global dan Deforestasi Sawit
"Terpidana Heronimud Tiro sempat
melarikan diri selama delapan tahun, sejak divonis kasasi, delapan tahun lalu," ujarnya, dalam
keterangan tertulis, Sabtu (28/8/2021).
"Terakhir dia ditangkap di
Kabupaten Sambas dan sempat menjabat sebagai HRD di salah satu perusahaan
perkebunan kelapa sawit di Sambas, Jumat (27/8/2021)," sambungnya.
Dia menjelaskan, dalam kasus korupsi
sarpras AKUB-GAK tersebut, sebenarnya ada tiga orang yang ditetapkan sebagai
tersangka oleh Polresta Pontianak.