“Tapi, ketika saya masuk ke Pertamina, saya baru menyadari semua orang minyak dari Amerika, Chevron, Exxon, ngajak main golf terus,” ujar Ahok.
Menurut Ahok, lapangan golf justru menjadi ruang negosiasi paling murah dan sehat dibandingkan tempat hiburan malam.
Baca Juga:
Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi dan Akses Pasar
“Karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham, itu dia ada negosiasi di lapangan golf itu, jauh lebih murah daripada nightclub,” ujar Ahok.
Ia juga menyinggung kebiasaan isi-isian ringan di lapangan golf yang menurutnya bukan bentuk perjudian.
“Kami di dalam lapangan golf itu suka isi-isian juga, Pak, apresiasi, Pak, bukan judi,” ujar Ahok.
Baca Juga:
80 Ribu Kilo Liter Avtur Disiapkan untuk Penerbangan Haji di 14 Embarkasi
Dalam kesaksiannya, Ahok juga menyinggung sistem pengadaan yang menurutnya bermasalah dan berkontribusi pada minimnya cadangan minyak nasional.
“Pengadaan sebelumnya itu membuat Indonesia tidak punya cadangan lebih dari 30 hari,” kata Ahok.
Ia menyebut Pertamina kerap ditugaskan pemerintah menanggung kerugian demi menjaga ketahanan energi nasional.