“Tapi karena pemegang saham adalah pemerintah, Pertamina ditugaskan lu rugilah kira-kira gitu loh,” ujar Ahok.
Ahok mengaku sempat mengusulkan sistem pengadaan berbasis e-katalog melalui LKPP untuk memangkas biaya.
Baca Juga:
Perkuat Distribusi Energi Nasional, Patra Niaga Cetak Generasi Pelaut Unggul
“Kenapa tidak mau supplier hair stock dengan e-katalog LKPP,” ujar Ahok.
Ia membandingkan sistem tersebut dengan kebijakan pengadaan saat dirinya memimpin DKI Jakarta.
“Jakarta menjadi provinsi pertama yang punya halaman khusus pengadaan makanya saya bisa hemat uang begitu banyak,” kata Ahok.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Lakukan Lifting Perdana B50
Ahok juga melontarkan pernyataan tajam terkait temuan lembaga pengawas keuangan negara.
“Kalau mau periksa di Indonesia kasih tahu saya, saya bisa kasih tahu Pak, banyak bisa ditangkepin Pak,” ujar Ahok.
Dalam persidangan, jaksa mendalami temuan penyimpangan yang pernah diidentifikasi Dewan Komisaris Pertamina.