“Tapi karena pemegang saham adalah pemerintah, Pertamina ditugaskan lu rugilah kira-kira gitu loh,” ujar Ahok.
Ahok mengaku sempat mengusulkan sistem pengadaan berbasis e-katalog melalui LKPP untuk memangkas biaya.
Baca Juga:
PGE Lumut Balai Perkuat Kemitraan Media di Muara Enim Lewat Buka Puasa Bersama
“Kenapa tidak mau supplier hair stock dengan e-katalog LKPP,” ujar Ahok.
Ia membandingkan sistem tersebut dengan kebijakan pengadaan saat dirinya memimpin DKI Jakarta.
“Jakarta menjadi provinsi pertama yang punya halaman khusus pengadaan makanya saya bisa hemat uang begitu banyak,” kata Ahok.
Baca Juga:
Ketegangan di Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Terjebak di Zona Rawan
Ahok juga melontarkan pernyataan tajam terkait temuan lembaga pengawas keuangan negara.
“Kalau mau periksa di Indonesia kasih tahu saya, saya bisa kasih tahu Pak, banyak bisa ditangkepin Pak,” ujar Ahok.
Dalam persidangan, jaksa mendalami temuan penyimpangan yang pernah diidentifikasi Dewan Komisaris Pertamina.