Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan perang belum usai. Menurutnya, masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan terkait uranium Iran, fasilitas pengayaan, kelompok proksi, dan kemampuan rudal balistik Teheran.
"Ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Netanyahu.
Baca Juga:
Gegera Perang Iran, Zelensky Sebut AS Lupa Perang Ukraina
Dalam wawancara dengan program CBS, Netanyahu mengatakan cara terbaik untuk menghilangkan uranium yang diperkaya adalah melalui jalur diplomasi, meski ia tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan musuh.
"Iran tidak akan pernah tunduk kepada musuh," tulis Pezeshkian di media sosial. Ia juga menegaskan negaranya akan "membela kepentingan nasional dengan kuat".
Baca Juga:
China Dorong AS-Israel & Iran Berdamai, Ini Alasannya
Sementara itu, rencana pembentukan misi internasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz juga memicu peringatan keras dari Teheran.
Meski Washington telah memberlakukan blokadenya sendiri terhadap kapal-kapal Iran sejak bulan lalu, Teheran dinilai masih memainkan waktu sebelum memberikan respons penuh terhadap tuntutan penghentian perang yang mulai tidak populer di mata pemilih AS akibat lonjakan harga bensin.
Kurang dari enam bulan menjelang pemilu Kongres AS, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pemerintahan Trump terus mencari berbagai cara untuk menurunkan harga bahan bakar.