Hal ini dinilai penting untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan.
"Lokasinya nyaman, udaranya bersih, dan fasilitasnya bagus. Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, mereka mendapatkan makan tiga kali sehari serta dua kali snack. Fasilitas di Sekolah Rakyat ini sangat representatif. Saya melihat ada ruang aman bagi anak untuk berekspresi. Ini sejalan dengan misi kementerian kami untuk menciptakan ruang publik dan lingkungan pendidikan yang benar-benar melindungi hak-hak anak," kata Menteri PPPA.
Baca Juga:
Kemen PPPA Prihatin Kasus Kekerasan Seksual Anak di Asahan
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga menegaskan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Ia mengingatkan seluruh pihak sekolah untuk memastikan tidak adanya praktik perundungan (bullying) serta bentuk kekerasan lainnya yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk belajar, berkembang, serta membangun karakter secara positif. Saya berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan mengakses pendidikan di sekolah rakyat,” pungkas Menteri PPPA.
Baca Juga:
Kemen PPPA dan BPIP Perkuat Kolaborasi Dorong Pemberdayaan Perempuan Berbasis Nilai Pancasila
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan bahwa konsep sekolah ini dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Menurutnya, integrasi antara program pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.