“Hei, kamu yang teriak-teriak mengatakan tidak mau anaknya WNI sedangkan kamu, menginjak luar negeri adalah uang dari beasiswa negara. Aku somasi kamu. Hei, kembalikan itu beasiswa, atau kamu minta maaf kepada publik,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Hotman bahkan mengusulkan kepada Presiden agar kewarganegaraan Dwi dicabut karena pernyataannya dinilai mencoreng nama bangsa di kancah internasional.
Baca Juga:
Kasus Pencermaran Nama Baik Hotman Paris, Razman Tetap Dihukum 1,5 Tahun Bui
“Saya usulkan kepada bapak presiden, cabut warga negaranya. Sekali lagi, cabut warga negaranya. Itu sudah menghina bangsa di dunia internasional,” ujarnya.
Sementara itu, kontroversi Dwi juga mendapat respons dari Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyatakan pemerintah kecewa dan akan menagih pengembalian dana beasiswa beserta bunganya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/2/2026), saat membahas perkembangan isu yang menyeret nama alumni LPDP tersebut.
Baca Juga:
Tak Takut Penjara, Razman Arif Nasution Ajukan Banding dan Ingin Damai dengan Hotman Paris
"Pak Dirut sudah berbicara dengan (suami) terkait sepertinya dia setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai olehnya di LPDP," kata Purbaya.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal wajar dalam demokrasi, namun tidak dapat dibenarkan jika sampai menghina negara sendiri.
"Saya harapkan kedepan, temen-temen yang mendapatkan pinjaman LPDP, kalau enggak senang enggak senang tapi jangan menghina hina negara lah, jangan begitu. Itu uang dari pajak dan dari sebagian utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh," ucapnya.