Oleh RATNO LUKITO
Baca Juga:
Kapolri Targetkan Berantas 290 Kampung Narkoba di Indonesia
KURIKULUM tersembunyi (hidden curriculum) oleh Jane Martin (1983: 122) secara umum dapat dideskripsikan sebagai “hasil (sampingan) dari pendidikan dalam latar sekolah atau luar sekolah, khususnya hasil yang dipelajari, tetapi tidak secara tersurat dicantumkan sebagai tujuan”.
Ini merupakan kurikulum yang tidak tertulis, tetapi ada dalam kenyataan.
Baca Juga:
Terapkan Kurikulum Merdeka, SMABHAK Maumere Jadikan Pertukaran Pelajar Sebagai Inovasi Berkelanjutan
Ia mengacu pada pelajaran, nilai, dan perspektif tidak tertulis, tidak resmi, dan sering kali tidak disengaja yang dipelajari siswa di sekolah.
Hal ini berbeda dengan kurikulum “formal” yang tertulis, terdiri atas kursus, pelajaran, dan kegiatan pembelajaran yang diikuti siswa serta pengetahuan dan keterampilan yang sengaja diajarkan pendidik kepada siswa.
Kurikulum tersembunyi pada dasarnya terdiri atas pesan akademik, sosial, dan budaya yang tidak diucapkan atau tersirat yang dikomunikasikan kepada siswa saat mereka berada di sekolah.